Pesan Sekarang

7 Tips Ini Untuk Mempersiapkan Diri Dari PHK Di Tengah Pandemi

shape image

7 Tips Ini Untuk Mempersiapkan Diri Dari PHK Di Tengah Pandemi

 


Situasi Krisis Saat Ini Bisa Jadi Membuat Pengusaha Tidak Punya Pilihan Lain Selain Melakukan PHK. Jadi Tak Ada Salahnya Mempersiapkan Diri Dari Sekarang Dari Kebijakan PHK Ini.


Dampak pandemi global COVID-19 ini sangat signifikan bagi perekonomian Indonesia. Dampak paling banyak dapat dirasakan pada sektor pariwisata, penerbangan, perhotelan, ritel dan restoran langsung terpukul. Tak menutup kemungkinan dampak terhadap sektor lain, perlahan akan semakin terasakan.

Hal ini tentu akan berimbas pada nasib pekerja. Situasi krisis saat ini bisa jadi membuat pengusaha tidak punya pilihan lain selain melakukan PHK karena mereka harus menekan biaya operasional besar-besaran. Tak ada cara lain untuk menghindarinya, jadi tak ada salahnya mempersiapkan diri dari sekarang dari kebijakan PHK ini.

Untuk itu, berikut tim SuperMedia rangkum 7 tips untuk mempersiapkan diri kalian dari ancaman PHK. Tips ini dapat kalian lakukan untuk membuat keuangan kalian lebih stabil ketika tiba-tiba saja di PHK. Yuk disimak!

1. Catat Semua Pengeluaran


Catat Semua Pengeluaran

Mau tak mau, mencatat semua kebutuhan dalam sebulan itu penting dan harus dilakukan. Jika tidak bisa jadi kalian hanya menghabiskan gaji tiap bulannya tanpa tahu untuk pengeluaran apa saja. Mulai catat dengan rincin berapa uang makan dalam sebulan, biaya transportasi, uang untuk ditabung dan biaya-biaya lain.

Catat semuanya sejak awal sebelum membelanjakan uang gaji. Catat semua kebutuhan itu di kertas dan jangan hanya dicatat dan disimpan di kepala saja. Ini karena hal itu tidak akan efektif dan tak ada angka persis dan pasti berapa kebutuhan yang sesungguhnya. Selain itu, jika hanya dicatat di kepala, tentunya sangat rentan terabaikan karena lupa. Terlebih lagi bila punya sifat impulsif, yang enggak tahan lihat godaan promo dan diskon belanja.

2. Pangkas Pengeluaran Yang Tidak Perlu


Pangkas Pengeluaran Yang Tidak Perlu

Langkah selanjutnya usai mencatat semua anggaran kalian adalah memeriksa pengeluaran dan menyortir yang tidak penting dan dapat dipangkas. Tetapkan biaya yang dibutuhkan untuk hidup dan fokus pada pemotongan pengeluaran. Kalian perlu mencari tahu berapa lama bisa bertahan jika penghasilan menjadi berkurang akibat dikurangi atau diberhentikan.

Ande Frazier, perencana keuangan dan CEO MyWorth menyarankan untuk berhenti keanggotaan gym, membatalkan layanan streaming yang tidak digunakan sehari-hari. Selain itu, kalian juga bisa mulai menghentikan biaya transportasi, pengisian ulang otomatis, dan mengurangi berbelanja hal-hal yang tidak dibutuhkan.

3. Dahulukan Membayar Tagihan


Dahulukan Membayar Tagihan

Jangan lupa untuk memprioritaskan tagihan kalian setiap bulannya. Jika kehilangan pekerjaan, kalian mungkin harus membuat beberapa keputusan sulit tentang tagihan mana yang benar-benar harus dibayar. Biaya makan dan sewa sangat penting untuk didahulukan jika kalian memiliki dana terbatas. Jadi, prioritaskan dana untuk pengeluaran itu terlebih dahulu.

Selanjutnya, kalian disarankan menghubungi penyedia layanan, seperti internet, kartu kredit, dll untuk mencari tahu opsi apa yang mereka tawarkan apabila kalian belum bisa melunasi tagihan. Ke depannya, cobalah untuk menjaga pengeluaran kredit tetap rendah atau bila perlu jangan gunakan kartu kredit. Bayarlah pembayaran utang minimum untuk meminimalisir tagihan yang melonjak.

4. Tabung Uang Ekstra Tiap Bulannya


Tabung Uang Ekstra Tiap Bulannya

Usahakan untuk menabung lebih ekstra di tengah pandemi ini. Uang sisa belanja itu jangan pernah dihabiskan untuk hal lainnya. Karena pos-pos lain tentunya sudah ada anggarannya sejak awal. Atau jangan pula uang sisa belanja kebutuhan makan itu dihabiskan untuk sekadar jajan. Masukkan saja uang sisa belanja itu ke celengan.

Jika sisa uang makan saja bisa disisihkan dan dimasukkan ke celengan setiap minggunya Rp100.000, tentu dalam setahun sudah terkumpul Rp4.800.000. Ini jumlah yang banyak untuk sekadar mengumpulkan sisa uang makan. Jika nantinya diberhentikan, Anda mungkin perlu uang tunai untuk biaya hidup, setidaknya sampai uang tunjangan PHK masuk atau menemukan pekerjaan baru.

5. Siapkan Investasi Dan Asuransi


Siapkan Investasi Dan Asuransi

Investasi dan asuransi juga tak boleh dikesampingkan. Dengan asuransi, maka kebutuhan untuk pengobatan dan perawatan kesehatan bisa terpenuhi. Seperti yang diketahui biaya rumah sakit itu tak murah, dan akan sangat meresahkan jika kalian tak memiliki cadangan biaya.

Begitu juga dengan investasi maka masa depan atau masa tua nanti akan terjamin secara finansial. Jangan pernah bayangkan investasi itu buat diambil dalam setahun atau dua tahun ke depan dalam jangka pendek. Tapi, investasi itu lebih kepada persiapan masa pensiun nanti. Karena sejatinya hasil dari investasi itu akan sangat menguntungkan saat dinikmati masa tua nanti

6. Mulai Lebarkan Relasi


Mulai Lebarkan Relasi

Sudah saatnya kalian mulai melebarkan relasi agar cepat mendapatkan pengganti pekerjaan. Apabila pekerjaan kalian bergerak di bidang kreatif, ini merupakan kesempatan yang tepat untuk memulai networking. Pasalnya, para pekerja kreatif memiliki peluang besar mendapatkan pekerjaan freelance yang bisa dikerjakan dengan sistem remote working.

Sementara itu, bagi yang pekerjaannya bergerak di bidang lain, kalian bisa mulai menghubungi teman atau rekan lainnya dan memberi tahu mereka bahwa saat ini sedang mencari pekerjaan baru. Kalian bisa meminta informasi apabila ada lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan kalian

7. Tingkatkan Skill


Tingkatkan Skill

Ketika sudah tidak bekerja, jangan sia-siakan waktu kalian dengan bermalas-malasan. Tenaga kerja bukan lagi bersaing dengan sesama pekerja lainnya, tapi juga harus berhadapan dengan teknologi. Jika tak mampu mengikuti perkembangan yang ada, siap-siap saja harus tersingkir dengan sendirinya. Oleh karena itu, jangan malas meningkatkan kemampuan (skill) diri dengan ilmu-ilmu atau sesuatu yang baru.

Ada banyak macam ilmu peningkatan kualitas diri, seperti menguasai bahasa asing. Kalian juga bisa mulai belajar hal lain mulai dari digital marketing, web devoloper, dan masih banyak lagi. Tinggal pilih dan ikuti kelas kursusnya, keterampilan pun bertambah. Atau bahkan kalian bisa juga mengikuti kursus entrepreneurship. Dengan memiliki skill di bidang ini, tidak harus menunggu tawaran kerja datang, tapi bisa langsung terjun berbisnis dan menjadi pengusaha sukses.


Posting Komentar

© Copyright 2013-2023 SUPERMEDIA

Form WhatsApp

This order requires WhatsApp application.

Order Now